Translate

Kamis, 25 Juni 2015

tugas deret berkala dan peramalan

Deret Berkala Data Pendidikan Indikator Angka putus Sekolah SMP seProvinsi DKI Jakarta tahun 2010-2014 dan Peramalan Angka putus Sekolah SMP seProvinsi DKI Jakarta pada tahun 2020

Ratu Delima, 1306110
Program Studi Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Teknologi Garut, Jl. Mayor Samsu No.1 Garut, 44151, Indonesia

Abstrak-Pada penelitian ini penulis akan menyajikan materi deret berkala dan peramalan. Dimana penulis kali ini akan membahas mengenai Data Pendidikan Indikator Angka putus Sekolah SMP seProvinsi DKI Jakarta. Mengapa ini menjadi salah satu topik yang menarik untuk dibahas karena salah satu hal yang perlu ditangani di negeri kita ini adalah mengenai putus sekolah. Mungkin dengan adanya sebuah pemaparan mengenai peramalan putus Sekolah akan membantu dalam mempertimbangkan agar ada cara kedepannya untuk menekan angka putus sekolah khususnya di daerah provinsi Jakarta.
Dari data  yang diperoleh dari internet mengenai persentase Angka putus Sekolah SMP seProvinsi DKI Jakarta tahun 2010-2014 dapat diramalkan persentasenya 6 tahun kedepan dengan menggunakan deret waktu dan peramalan menggunakan tren linear, kuadrat, dan eksponensial.

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan di Indonesia adalah seluruh pendidikan yang diselenggarakan di Indonesia, baik itu secara terstruktur maupun tidak terstruktur. Secara terstruktur, pendidikan di Indonesia menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud), dahulu bernama Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Depdiknas). Di Indonesia, semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar pendidikan dasar selama sembilan tahun, enam tahun di sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah dan tiga tahun di sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah. Saat ini, pendidikan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pendidikan di Indonesia terbagi ke dalam tiga jalur utama, yaitu formal, nonformal, dan informal. Pendidikan juga dibagi ke dalam empat jenjang, yaitu anak usia dini, dasar, menengah, dan tinggi.
Pindidikan itu penting, maka dari itu penulis membahas mengenai Data Pendidikan Indikator Angka putus Sekolah SMP seProvinsi DKI Jakarta. Mengapa ini menjadi salah satu topik yang menarik untuk dibahas karena salah satu hal yang perlu ditangani di negeri kita ini adalah mengenai putus sekolah. Mungkin dengan adanya sebuah pemaparan mengenai peramalan putus Sekolah akan membantu dalam mempertimbangkan agar ada cara kedepannya untuk menekan angka putus sekolah khususnya di daerah provinsi Jakarta.
Penulis akan mnggunakan metode deret berkala dan peramalan untuk menghitung  kemungkinan peramalan pada tahun 2020.

B. Rumusan Masalah
Di dalam laporan ini penulis akan membahas mengenai :
·         Bagaimana mencari data persentase Angka putus Sekolah SMP seProvinsi DKI Jakarta dalam trend linear?
·         Bagaimana mencari data persentase Angka putus Sekolah SMP seProvinsi DKI Jakarta dalam trend kuadrat?
·         Bagaimana mencari data persentase Angka putus Sekolah SMP seProvinsi DKI Jakarta dalam trend eksponen?
·         Bagaimana memilih trend terbaik yang sesuai dengan harapan?

C. Tujuan
·         Data persentase Angka putus Sekolah SMP seProvinsi DKI Jakarta dalam trend linear
·         Data persentase Angka putus Sekolah SMP seProvinsi DKI Jakarta dalam trend kuadrat
·         Data persentase Angka putus Sekolah SMP seProvinsi DKI Jakarta dalam trend eksponen
·         Memilih trend terbaik yang sesuai dengan harapan


II. LANDASAN TEORI

Deret waktu (time series) dapat digunakan oleh suatu manajemen sebagai landasan untuk membuat keputusan baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Karena biasanya kejadian di masa yang lalu akan berlanjut di masa yang akan datang.
Deret waktu adalah kumpulan data-data yang merupakan data historis dalam suatu periode waktu tertentu. Data yang dapat dijadikan deret waktu harus bersifat kronologis, artinya data harus memiliki periode waktu yang berurutan.

2.1  Komponen Deret Waktu
Terdapat empat komponen deret waktu, yaitu trend, siklus, musim dan tak beraturan(irregular). 
Trend (T) adalah deret waktu yang memiliki kecenderungan naik atau turun dalam jangka panjang yang nilainya cukup rata (smooth). Siklus (C) adalah deret waktu yang berkarakteristik nilai naik dan turun dalam satu periode yang lebih dari satu tahun.
Musim (S) adalah deret waktu yang memiliki pola perubahan nilai dalam kurun waktu satu tahun. Pola ini kemudian berulang pada tahun berikutnya.
Irregular (I) adalah deret waktu yang memiliki nilai naik turun tidak beraturan dan tidak dapat diprediksi

2.2 Trend Linier
Sering kali data deret waktu jika digambarkan ke dalam plot mendekati garis lurus. Deret waktu seperti inilah yang termasuk dalam trend linier. Persamaan trend linier adalah sebagai berikut:

Yt = a + bt

Di mana Yt menunjukkan nilai taksiran Y pada nilai t tertentu. Sedangkan aadalah nilai intercept dari Y, artinya nilai Yt akan sama dengan a jika nilai t = 0. Kemudian b adalah nilai slope artinya besar kenaikan nilai Yt pada setiap nilai t. Dan nilai t sendiri adalah nilai tertentu yang menunjukkan periode waktu.


2.2.1 Metode Least Square
Untuk menentukan nilai Yt pada trend linier, kita dapat menggunakan metode least square. Persamaan umum least square adalah: Yt = a + bt Dengan nilai a dan b diperoleh dari formula.

2.3 Trend Kuadratik
Jika trend linier merupakan deret waktu yang berupa garis lurus, makatrend kuadratik merupakan deret waktu dengan data berupa garis parabola.


Persamaan untuk trend kuadratik adalah: Yt =  a + bt + ct2




2.4 Trend Eksponensial
Untuk mengukur sebuah deret waktu yang mengalami kenaikan atau penurunan yang cepat maka digunakan metode trend eksponensial. Dalam metode ini digunakan persamaan:
Yt = a . bt
Tetapi dalam melakukan perhitungannya, persamaan di atas dapat diubah dalam bentuk semi log sehingga memudahkan untuk mencari nilai a dan b. 

TREND EKSPONENSIAL

2. 5 Memilih Trend Terbaik
Untuk membuat suatu keputusan yang akan dilakukan di masa yang akan datang berdasarkan deret waktu diperlukan suatu metode peramalan yang paling baik sehingga memiliki nilai kesalahan yang cenderung kecil.
Terdapat beberapa cara untuk menentukan metode peramalan mana yang akan dipilih sebagai metode peramalan yang paling baik. Antara lain mean square error (MSE), mean absolute error (MAE) dan mean absolute percentage error (MAPE). Berikut adalah formula untuk MSE, MAE dan MAPE:


  

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Trend Linear
Untuk mencari persamaan Least Square, maka diperlukan nilai-nilai seperti pada tabel di bawah ini yang diperoleh dari rumus berikut:
a = ∑Y / n = 4555/ 5911
b = ∑XY / ∑X2 =   -2946/10 = -294,6

YLinear = 911 + (-294,6x)
ELinear = (Y-Ylinear)2



Tabel 3.1 data Trend Linear
Tahun
y
x
XY
X^2
Ylinear
ErrorLinear
2010
1592
-2
-3184
4
1500.2
8427.24
2011
1176
-1
-1176
1
1205.6
876.16
2012
804
0
0
0
911
11449
2013
552
1
552
1
616.4
4147.36
2014
431
2
862
4
321.8
11924.64
Jumlah
4555

-2946
10
4555
36824.4


3.2 Trend Kuadrat
Untuk mencari persamaan trend kuadrat, maka diperlukan nilai-nilai seperti pada tabel di bawah ini.
A =  (4555*34) - (9820*10) / 5*34-(102)  = -512990
B =  -2946/5 = -589,2
C =  (5*9820) – (10*4555) / 5*34-(102)  = 260740

YKuadrat = -512990 + (-589,2x) + (260740x2)
EKuadrat = (Y-YKuadrat)2

Tabel 3.2 data Trend Kuadrat
Tahun
y
x
XY
X^2
X^2Y
X^4
Ykuadrat
ErrorKuadrat
2010
1592
-2
-3184
4
6368
16
-1554772
2.422268E+12
2011
1176
-1
-1176
1
1176
1
-773140.8
5.995665E+11
2012
804
0
0
0
0
0
-512990
2.639843E+11
2013
552
1
552
1
552
1
-774319.2
6.004254E+11
2014
431
2
862
4
1724
16
-1557128
2.425991E+12
jumlah
4555

-2946
10
9820
34
-5172350
6.312235E+12

3.3 Trend Eksponensial
Untuk mencari persamaan trend eksponensial, maka diperlukan nilai-nilai seperti pada tabel di bawah ini yang diperoleh dari rumus berikut:
A = 10(14,55402278/5) = 814,3377287
B = 10(-1,46339983/10) = 0.713937209

YEksponen = 814,3377287 * 0.713937209x
EEksponen = (Y-YEksponen)2

Tabel 3.3 data Trend Eksponensial
Tahun
y
x
x^2
log y
x log Y
YEksponen
ErrorEksponen
2010
1592
-2
4
3.201943063
-6.40388613
1597.66059
32.04227951
2011
1176
-1
1
3.070407322
-3.07040732
1140.629342
1251.083438
2012
804
0
0
2.905256049
0
814.3377287
106.8686348
2013
552
1
1
2.741939078
2.741939078
581.386005
863.5372891
2014
431
2
4
2.63447727
5.26895454
415.0731016
253.666093
JUMLAH
4555

10
14.55402278
-1.46339983
4549.086767
2507.197735

3.4 Memilih Trend Terbaik
Berikut ini merupakan hasil dari perhitungan ketiga trend:
1.      Tabel trend terbaik Linear
TAHUN
Y
X
2010
1592
-2
2011
1176
-1
2012
804
0
2013
552
1
2014
431
2
2015
-25567176
3
2016
7532359205
4
2017
-2219032752356
5
2018
653727049113296
6
2019
-192587988668508000
7
2020
56736421461742600000
8
2.      Tabel trend terbaik Kuadrat
TAHUN
Y
X
2010
1592
-2
2011
1176
-1
2012
804
0
2013
552
1
2014
431
2
2015
-2861418
3
2016
-4687187
4
2017
-7034436
5
2018
-9903165
6
2019
-13293374
7
2020
-17205064
8

3.      Tabel trend terbaik Eksponen
TAHUN
Y
X
2010
1592
-2
2011
1176
-1
2012
804
0
2013
552
1
2014
431
2
2015
296
3
2016
212
4
2017
151
5
2018
108
6
2019
77
7
2020
55
8

Dilihat dari tigal tabel Dapat diputuskan bahwa trend terbaik adalah dari trend eksponensial karena nilai errornya yaitu 2507.197735.Dengan demikian dapat diketahui peramalan persentase Indikator Angka putus Sekolah SMP seProvinsi DKI Jakarta adalah sebagai berikut:
TAHUN
Y
X
2010
1592
-2
2011
1176
-1
2012
804
0
2013
552
1
2014
431
2
2015
296
3
2016
212
4
2017
151
5
2018
108
6
2019
77
7
2020
55
8

Jadi, persentase Indikator Angka putus Sekolah SMP seProvinsi DKI Jakarta pada tahun 2020 diperkirakan adalah ada 55 siswa/i, yang merupakan hasil dari pendekatan berdasarkan trend ekponensial Y2020 = 814,3377287 * (0.7139372098) = 55.

IV. KESIMPULAN
Jadi kesimpulannya data  yang diperoleh dari internet mengenai persentase Angka putus Sekolah SMP seProvinsi DKI Jakarta tahun 2010-2014 dapat diramalkan persentasenya 6 tahun kedepan dengan menggunakan deret waktu dan permalan menggunakan tren linear, kuadrat, dan eksponensial. Ternyata setelah dilakukan analisis terhadap ketiga trend tersebut, maka dapat ditentukan trend yang terpilih adalah tren eksponensial dengan hasil sebagai berikut: trend ekponensial Y2020 = 814,3377287 * (0.7139372098) = 55.
DAFTAR PUSTAKA
Satria, Eri. 2015. Deret Berkala dan Peramalan.   

id.wikipedia.org. pendidikan di indonesia.